Thursday, August 17, 2017

Kecewa atas hasil referendum UE di Inggris Kecewa atas hasil referendum UE di Inggris

Ribuan "Londoner" Teken Petisi Untuk Merdeka dari Inggris dan Gabung ke Uni Eropa

Kategori | Peristiwa Editor :  Juni 25 2016
Nilai rating artikel ini menurut anda
(1 Vote)

LONDON, POLITISIA.com –  Puluhan ribu “londoner” membuat langkah mengejutkan dan bertentangan dengan suara mayoritas warga Inggris yang memilih “leave” dari Uni Eropa.

Lebih dari 40.000 warga London, Jumat (24/6/2016), menandatangani sebuah petisi untuk mendukung pemerintah kota metropolis itu supaya tetap bersatu dengan blok UE.

Wali Kota London, Sadiq Khan, adalah salah satu tokoh yang sebelum referendum digelar telah berkampanye untuk mengajak warga kota agar memilih “remain” dengan UE.

Terkait petisi dari puluhan ribu warga London itu, Khan mengatakan, pemerintah kota harus sesuara dalam negosiasi-negosiasi Inggris keluar dari UE (Brexit).

Para penandatangan petisi, lebih dari 40.000 orang, menuangkan petisi mereka dalam situs web www.change.org dengan mengatakan, “Umumkan London merdeka dari Inggris dan bergabunglah dengan UE”.

Padahal 51,9 persen warga London memilih untuk keluar dari UE pada referendum yang digelar pada Kamis (23/6/2016). Sebanyak 60 persen warga London memilih “remain” atau tetap di UE.

“London adalah kota internasional, dan kami ingin untuk tetap bertahan di jantung Eropa,” kata petisi itu.

“Mari kita hadapi itu – seluruh negeri tidak setuju.... Mari kita membuat secara resmi perpisahan dan bergerak dengan teman-teman kita di benua ini,” kata petisi.

“Petisi ini menyerukan Walikota Sadiq Khan menyatakan London merdeka, dan mengajukan untuk untuk bergabung dengan UE,” katanya.

Khan sendiri mengeluarkan pernyataan tentang negosiasi untuk Inggris keluar dari Uni Eropa.

“Sangat penting bahwa London memiliki pendapat di meja selama renegosiasi itu, bersama Skotlandia dan Irlandia Utara,” kata waki kota pro-UE itu..

“Meskipun kita akan berada di luar UE, sangat penting bahwa kita tetap menjadi bagian dari pasar tunggal (UE),” kata Khan.

“Meninggalkan pasar tunggal dengan  500 juta jiwa penduduknya – dengan keuntungan-keuntungan pasar bebas – tentu saja sebuah kesalahan,” kata Khan lagi.

 

 

 

 

Sumber : AFP | Kompas

dibaca 2247 kali

Video | Eksotika Alam Nusantara