Thursday, August 17, 2017

Gunung Kerinci diambil dari Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, Senin (30/5/2016). Gunung Kerinci diambil dari Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, Senin (30/5/2016).

Aktifitas Erupsi Gunung Kerinci Kian Mencemaskan Masyarakat

Kategori | Peristiwa Editor :  Juni 06 2016
Nilai rating artikel ini menurut anda
(1 Vote)

JAMBI, POLITISIA.com — Terkait dengan peningkatan aktivitas Gunung Kerinci di Jambi, wisatawan dilarang beraktivitas di dekat puncak kawah aktif.

Seperti informasi yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), asap kelabu teramati sejak Jumat (3/6/2016) hingga sekarang. Tinggi asap 400-500 meter dengan tekanan kuat condong ke arah timur dan barat.

Aktivitas Gunung Kerinci di Jambi meningkat pasca-gempa 6,5 SR di barat daya pesisir selatan, yang terasa hingga Jambi, Riau, dan Singapura pada Kamis (2/6/2016).

Letusan Gunung Kerinci menyebabkan hujan abu tipis di Desa Sungai Sikai dan Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dengan ketebalan 0,01–0,05 mm.

"Rekomendasi dari PVMBG, masyarakat di sekitar Gunung Kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Kerinci dalam radius 3 km dari puncak kawah aktif. Masyakat juga dilarang beraktivitas dalam radius bahaya/kawasan rawan bencana (KRB) III," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterimaKompas.com, Minggu (5/6/2016).

Menurut kondisi seismik berdasarkan pos pengamatan Gunung Kerinci PVMBG, tremor menerus terjadi dengan amplitudo 0,5–2 mm dominan 1 mm. Amplitudo tersebut tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan letusan Gunung Bromo atau Gunung Raung yang mencapai sekitar 30 mm.

"Artinya, letusan yang terjadi tidak terlalu besar dan mengkhawatirkan," ujar Sutopo.

Letusan berlangsung puluhan kali dan menerus. Tidak ada peningkatan dari status Gunung Kerinci, yakni tetap Waspada (level II). Status Waspada ini ditetapkan sejak 9 September 2007 hingga sekarang.

Sutopo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Sementara itu, pengungsian belum perlu dilakukan karena zona merah yang ditetapkan di dalam radius 3 km. Sementara itu, permukiman terdekat berada sekitar 8 km dari puncak kawah.

Masyarakat tetap aman dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari. BPBD Kabupaten Kerinci dan BPBD Provinsi Jambi beserta unsur lain telah menyiapkan rencana kontingensi menghadapi erupsi Gunung Kerinci jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas.

 

 

 

 

Sumber : Kompas

dibaca 2835 kali

Video | Eksotika Alam Nusantara