Thursday, August 17, 2017

 

 

Peribahasa 20

Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Waktu adalah uang : Manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya. Wayang kepadaman damar : Tiba-tiba dalam keadaan yang sangat kacau. Yang dikejar tiada datang, yang dikandung berceceran : Kekayaan yang didapat habis karena mencari kekayaan selanjutnya. Yang elok rupa, yang elok bahasa : Wanita yang baik hati dan juga tutur katanya lemah…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Ubun-ubun masih bergerak sudah angkuh. (Orang yang belum cukup berpengalaman tapi sudah angkuh). Ucap habis, niat sampai. (Melaksanakan sesuatu yang sudah diucapkannya). Udang melintang dalam tangguh. (Seseorang yang mendapatkan kedudukan tetap). Uir-uir minta getah. (Mengerjakan sesuatu yang mendatangkan kerugian bagi diri sendiri). Ukur baju di badan sendiri. (Melakukan sesuatu sesuai…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Tabir sudah tergantung, tikar sudah terbentang. (Telah dilakukan persiapan untuk mengadakan pesta). Tabuhan meminang anak labah-labah. (Orang miskin yang hendak melamar anak orang kaya). Tahu makan tahu simpan. (Dapat menyimpan suatu rahasia). Takaran sudah sangat penuh. (Orang yang sudah sangat tua). Takut mengikut jalan, tak beretas. (Melakukan segala sesuatu tanpa…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Sabung selepas hari petang, tak dapat menuntun balas lagi. (Untung-untungan / usaha yang terakhir berharap akan menuai keberuntungan). Sahaja basahan jadi air mandi. (Terbiasa berbuat keburukan dan mengelak jika perbuatan tersebut diketahui). Sakit menimpa, sesal terlambat. (Sesuatu yang terlanjur terjadi, tak ada gunanya lagi disesali). Sakit kepala, panjang rambut. (Pura-pura…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Ramai beragam, rimbun menyelara. (Setiap orang mempunyai kegemaran masing-masing). Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah. (Raja adil disayang rakyatnya, raja lalim dibenci rakyatnya). Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. (Orang yang rajin akan pandai, orang yang sering berhemat akan kaya). Rambut sama hitam, pikiran berlain-lain. (Setiap orang mempunyai…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Pacat Hendak menjadi ular sanca. (Orang miskin berlagak seperti orang kaya). Padang perahu di lautan, padang hati di pikiran. (Hati manusia itu luas, sehingga dapat menampung betapapun banyaknya pikiran di dalam dirinya). Padi masak, jagung mengupih. (Untung dan malang datang silih berganti). Padi segenggam dengan senang hati lebih baik dari…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Obat jerih pelerai demam. (Perkataan lemah lembut nan penuh kasih sayang kepada orang yang dicintainya). Obat jauh penyakit hampir. (Seseorang yang berada dalam kesukaran). Olok-olok menjadi tingkarah. (Olok-olok yang menjadi kenyataan). Ombak yang kecil jangan diabaikan. (Perkara kecil yang kemungkinan mengakibatkan perkara besar perlu mendapat perhatian). Ombak kecil jangan ditidakkan.…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Nafsu nafsi, raja di mata, sultan di hati(Orang yang bertindak sesuka dan sekehendak hati) Naga ditelan ular lidi(Keturunan ningrat yang menikah dengan keturunan orang miskin) Naga menjadi cacing(Orang kaya raya yang berubah menjadi orang miskin) Naik meloncat, turun terjun(Sulit meraih kemuliaan, namun sangat cepat jatuh miskin) Naik membilang anak tangga,…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Majelis-majelis udang, tahi di kepala (Orang sombong pasti banyak kekurangannya) Makan bubur panas-panas (Karena terburu-buru akhirnya merugi atau kecewa) Makan hati berulam jantung (Suatu kondisi hati yang sedih) Makan upas berulam racun (Orang yang sedang dalam keadaan kesusahan karena marabahaya) Makin murah makin ditawar (Tidak pernah puas akan pemberian seseorang)…
Page 1 of 2

Video | Eksotika Alam Nusantara