Thursday, August 17, 2017

 

 

Sastra 36

Ayo ! Ungkapkan Karya Puisi & Humor Kamu Disini...

PANDUAN UPLOAD KARYA SASTRA KAMU KE "REDAKSI POLITISIA" :

1. Ketik naskah Anda dengan rapi dan cermat; 2. Pergunakan font Times New Roman, 12, 1,5 spasi, 3-5 halaman kertas A4; 3. Lengkapi dengan Kata Pengantar tulisan yang ditujukan ke alamat Redaksi; 4. Lengkapi pula dengan identitas diri yang terkait dengan kompetensi; 5. Kirim naskah Anda melalui pos atau melalui email; 6. Untuk pengiriman via pos, sertai dengan amplop dan prangko pengembalian; 7. Tunggu kira-kira dua minggu (untuk koran harian) sejak saat pengiriman untuk meyakini naskah itu ditolak atau diterima; 8. Pada umumnya tidak ada pemberitahuan dari Redaksi sebuah naskah akan dimuat atau ditolak; 9. Anda sebagai penulislah yang mesti rajin memonitor untuk mengetahui naskah Anda dimuat atau tidak (bisa dilihat di situs web koran tersebut atau dengan mendapatkan cetakannya); 10. Jika tidak dimuat, Anda boleh memilih untuk membuat naskah baru atau merevisi naskah tadi dan mengirimkannya ke koran lain;

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/economist-suweca.blogspot.com/tata-cara-mengirim-artikel-ke-koran_550a3402813311c075b1e227

1. Ketik karya kamu dengan rapi dan cermat,tanpa kesalahan ketik dengan Microsoft office word

2. Sangat disarankan tidak memuat karya yang memakai "bahasa kasar dan berbau porno"

2. Jangan lupa ketik kategori karya kamu pada nama file (Untuk kategori lihat kolom dibawah)

3. Pengirim wajib melengkapi data identitas diri yang terkait dengan kompetensi

4. Kirim karya kamu ke email kami : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

5.Tunggu kira-kira paling lama 1 minggu sejak saat pengiriman untuk meyakini karya itu ditolak atau diterima

6. Pada umumnya tidak ada pemberitahuan dari Redaksi sebuah karya akan dimuat atau ditolak

7. Pengirim bisa memonitor untuk mengetahui karya dimuat atau belum (Kamu bisa lihat di situs web tersebut setiap waktu).

Kalau naskah Anda dimuat, nikmatilah kepuasan batin yang luar biasa.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/economist-suweca.blogspot.com/tata-cara-mengirim-artikel-ke-koran_550a3402813311c075b1e227
1. Ketik naskah Anda dengan rapi dan cermat; 2. Pergunakan font Times New Roman, 12, 1,5 spasi, 3-5 halaman kertas A4; 3. Lengkapi dengan Kata Pengantar tulisan yang ditujukan ke alamat Redaksi; 4. Lengkapi pula dengan identitas diri yang terkait dengan kompetensi; 5. Kirim naskah Anda melalui pos atau melalui email; 6. Untuk pengiriman via pos, sertai dengan amplop dan prangko pengembalian; 7. Tunggu kira-kira dua minggu (untuk koran harian) sejak saat pengiriman untuk meyakini naskah itu ditolak atau diterima; 8. Pada umumnya tidak ada pemberitahuan dari Redaksi sebuah naskah akan dimuat atau ditolak; 9. Anda sebagai penulislah yang mesti rajin memonitor untuk mengetahui naskah Anda dimuat atau tidak (bisa dilihat di situs web koran tersebut atau dengan mendapatkan cetakannya); 10. Jika tidak dimuat, Anda boleh memilih untuk membuat naskah baru atau merevisi naskah tadi dan mengirimkannya ke koran lain;

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/economist-suweca.blogspot.com/tata-cara-mengirim-artikel-ke-koran_550a3402813311c075b1e227

Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Waktu adalah uang : Manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya. Wayang kepadaman damar : Tiba-tiba dalam keadaan yang sangat kacau. Yang dikejar tiada datang, yang dikandung berceceran : Kekayaan yang didapat habis karena mencari kekayaan selanjutnya. Yang elok rupa, yang elok bahasa : Wanita yang baik hati dan juga tutur katanya lemah…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Ubun-ubun masih bergerak sudah angkuh. (Orang yang belum cukup berpengalaman tapi sudah angkuh). Ucap habis, niat sampai. (Melaksanakan sesuatu yang sudah diucapkannya). Udang melintang dalam tangguh. (Seseorang yang mendapatkan kedudukan tetap). Uir-uir minta getah. (Mengerjakan sesuatu yang mendatangkan kerugian bagi diri sendiri). Ukur baju di badan sendiri. (Melakukan sesuatu sesuai…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Tabir sudah tergantung, tikar sudah terbentang. (Telah dilakukan persiapan untuk mengadakan pesta). Tabuhan meminang anak labah-labah. (Orang miskin yang hendak melamar anak orang kaya). Tahu makan tahu simpan. (Dapat menyimpan suatu rahasia). Takaran sudah sangat penuh. (Orang yang sudah sangat tua). Takut mengikut jalan, tak beretas. (Melakukan segala sesuatu tanpa…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Sabung selepas hari petang, tak dapat menuntun balas lagi. (Untung-untungan / usaha yang terakhir berharap akan menuai keberuntungan). Sahaja basahan jadi air mandi. (Terbiasa berbuat keburukan dan mengelak jika perbuatan tersebut diketahui). Sakit menimpa, sesal terlambat. (Sesuatu yang terlanjur terjadi, tak ada gunanya lagi disesali). Sakit kepala, panjang rambut. (Pura-pura…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Ramai beragam, rimbun menyelara. (Setiap orang mempunyai kegemaran masing-masing). Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah. (Raja adil disayang rakyatnya, raja lalim dibenci rakyatnya). Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. (Orang yang rajin akan pandai, orang yang sering berhemat akan kaya). Rambut sama hitam, pikiran berlain-lain. (Setiap orang mempunyai…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Pacat Hendak menjadi ular sanca. (Orang miskin berlagak seperti orang kaya). Padang perahu di lautan, padang hati di pikiran. (Hati manusia itu luas, sehingga dapat menampung betapapun banyaknya pikiran di dalam dirinya). Padi masak, jagung mengupih. (Untung dan malang datang silih berganti). Padi segenggam dengan senang hati lebih baik dari…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Obat jerih pelerai demam. (Perkataan lemah lembut nan penuh kasih sayang kepada orang yang dicintainya). Obat jauh penyakit hampir. (Seseorang yang berada dalam kesukaran). Olok-olok menjadi tingkarah. (Olok-olok yang menjadi kenyataan). Ombak yang kecil jangan diabaikan. (Perkara kecil yang kemungkinan mengakibatkan perkara besar perlu mendapat perhatian). Ombak kecil jangan ditidakkan.…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Nafsu nafsi, raja di mata, sultan di hati(Orang yang bertindak sesuka dan sekehendak hati) Naga ditelan ular lidi(Keturunan ningrat yang menikah dengan keturunan orang miskin) Naga menjadi cacing(Orang kaya raya yang berubah menjadi orang miskin) Naik meloncat, turun terjun(Sulit meraih kemuliaan, namun sangat cepat jatuh miskin) Naik membilang anak tangga,…
Kategori | Peribahasa Editor : November 29 2015
Nilai rating artikel ini menurut anda
(0 votes)
Majelis-majelis udang, tahi di kepala (Orang sombong pasti banyak kekurangannya) Makan bubur panas-panas (Karena terburu-buru akhirnya merugi atau kecewa) Makan hati berulam jantung (Suatu kondisi hati yang sedih) Makan upas berulam racun (Orang yang sedang dalam keadaan kesusahan karena marabahaya) Makin murah makin ditawar (Tidak pernah puas akan pemberian seseorang)…
Page 1 of 3

Video | Eksotika Alam Nusantara