Thursday, August 17, 2017

 

 

Peta pulau reklamasi Israel di Jalur Gaza Peta pulau reklamasi Israel di Jalur Gaza

Israel Segera Akan Bangun Pulau Reklamasi di Pesisir Jalur Gaza

Kategori | Internasional Editor :  Juni 22 2016
Nilai rating artikel ini menurut anda
(1 Vote)

POLITISIA.com - Pemerintah Israel sedang mencari investor untuk megaproyek pulau buatan di pesisir Jalur Gaza. Surat kabar the Daily Mail, Rabu (22/6), menyatakan pembangunan pulau hasil reklamasi ini bakal menelan dana USD 5 miliar (setara Rp 66,3 triliun).

Adanya gagasan membangun pulau buatan ini diungkap oleh Israel Katz, Menteri Urusan Intelijen. Dia menyatakan studi kelaikan sudah selesai, tinggal mencari mitra pendanaan saja.

Israel menargetkan investor Arab Saudi atau China bersedia mendanai pembangunan pulau reklamasi tersebut.

Dalam proposal yang dipaparkan Katz, Israel nantinya akan membangun sebuah jembatan sepanjang 5 kilometer dari tepi pantai menuju lokasi reklamasi. Di pulau buatan akan dibangun dermaga, hotel, serta bandar udara. Luas pulau itu 8 kilometer persegi.

Tujuan utama adanya pulau ini adalah memberi ruang bagi Jalur Gaza untuk menjadi wilayah mandiri. Selama ini Israel ingin akses darat dari dan menuju Gaza ditutup lantaran konflik dengan Hamas. Blokade darat lantas menyuburkan praktik terowongan ilegal untuk menyelundupkan sembako sampai roket dari sisi Mesir ke Gaza.

Pembangunan pulau ini sudah disampaikan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. "Namun (Netanyahu) baru akan mempelajarinya, belum ada indikasi keputusan tertentu," kata Katz.

Seandainya jaringan teroris memanfaatkan pulau ini untuk mengumpulkan logistik, Israel bersiap langsung menghancurkan jembatan. Perairan di sekitar pulau reklamasi itu diklaim Katz sebagai wilayah sah Israel. Dalam bayangan Katz, barang asal Turki bisa dikapalkan menuju Yordania, untuk kemudian dibawa ke pulau tersebut langsung menuju Gaza tanpa harus melewati pabean Israel.

"Setidaknya, jika akses terhadap Gaza dibuka dari jalur pulau itu, maka penduduk Gaza tidak lagi radikal karena hajat hidupnya terpenuhi," kata Katz.

 

 

 

 

Sumber : Merdeka

dibaca 1865 kali

Video | Eksotika Alam Nusantara