Thursday, August 17, 2017

 

 

Bendera Pelangi di Kedubes AS di Jamaika Undang Reaksi Serius

Kategori | Internasional Editor :  Juni 16 2016
Nilai rating artikel ini menurut anda
(1 Vote)

KINGSTON, POLITISIA.com — Jaksa Agung Jamaika Malahoo Forte memandang pengibaran bendera pelangi di Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kota Kingston tidak menghormati hukum di Jamaika. 

Sebelumnya, bendera pelangi yang merupakan simbol dari komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transjender (LGBT), dikibarkan di kantor-kantor perwakilan AS di seluruh dunia.

Pengibaran bendera pelangi di bawah bendera kebangsaan AS merupakan bentuk penghormatan kepada para korban yang tewas dalam serangan di sebuah kelab malam di Orlando, Minggu dini hari lalu.

Dalam serangan yang dilakukan seorang bernama Omar Mateen tersebut, 49 orang tewas dan 53 lainnya terluka. 

Seperti dilansir laman UPI, Kamis (16/6/2016), bendera pelangi tersebut dikibarkan pula di Kedubes AS di Kingston. 

Padahal, di Jamaika, hubungan seks para kaum gay merupakan tindakan yang bisa dikriminalisasi, meskipun tak ada peraturan perundang-undangan yang melarang tentang homoseksualitas.

Di sisi lain, aktivis hak asasi manusia pun menangkap adanya budaya anti-gay di negara itu.  

Sebuah unggahan di media sosial dari Jaksa Agung Jamaika Malahoo Forte menyebutkan, dia mengecam tindakan penembakan di Orlando. Namun, pengibaran bendera pelangi di kantor Kedubes AS di Kingston pun merupakan bentuk ketidakhormatan AS atas hukum di Jamaika.

Unggahan itu langsung mendapat tanggapan dari pihak Kedubes AS di Jamaika. Mereka menulis, "Kami mendengar. Menjelaskan alasan legal? Ini adalah serangan teror dan kebencian yang ditargetkan kepada komunitas LGBT."

Komentar Forte ini menuai kecaman dari pengguna media sosial, dan dia pun dituduh menunjukkan kefanatikan. 

Kendati demikian, dua kelompok Kristen di Jamaika, yaitu The Lawyers' Christian Fellowship dan The Coalition for a Healthy Society, melontarkan pembelaannya. Meski mereka mengecam aksi penembakan di Orlando, tetapi menurut mereka pendapat Forte benar.

Selama ini, kedutaan besar secara teknis adalah wilayah teritorial negara yang bersangkutan. Demikian pula dengan Kedubes AS di Kingston, secara teknis adalah wilayah AS.

 

 

 

 

Sumber : Kompas

 

dibaca 2023 kali

Video | Eksotika Alam Nusantara